ICARE Perkuat Koperasi Tani Muda Jaya Utama melalui Pembelajaran Bisnis Beras
Lampung Tengah, 4 September 2026 - BRMP Sistem melalui program ICARE terus mendorong penguatan kapasitas dan kelembagaan koperasi melalui pembelajaran langsung antarpelaku usaha. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan pengurus Koperasi Tani Muda Jaya Utama ke Koperasi Penggilingan Padi (PP) Gaspera Sejahtera Mandiri, Kecamatan Seputih Rahman, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan ini bertujuan mempelajari pengembangan usaha penggilingan dan pemasaran beras.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pengurus Koperasi Tani Muda Jaya Utama untuk memperoleh pengalaman praktis mengenai pengelolaan usaha koperasi, khususnya dalam membangun bisnis beras yang berorientasi pada kebutuhan anggota dan pasar. Diskusi juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan usaha, mulai dari ketersediaan gabah, kapasitas pengolahan, biaya operasional, hingga pemasaran produk.
Salah satu pembelajaran penting dari kunjungan tersebut adalah bahwa pengembangan bisnis penggilingan tidak selalu harus diawali dengan investasi mesin dalam skala besar. Kondisi pasokan gabah dan kepastian pasar perlu menjadi pertimbangan utama sebelum koperasi memutuskan investasi. Bahkan, pemanfaatan RMU yang telah tersedia melalui pola kerja sama dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kebutuhan investasi awal.
Melalui pola kerja sama tersebut, koperasi dapat memanfaatkan fasilitas RMU mitra untuk berbagai kebutuhan, seperti pengeringan, penyimpanan, penggilingan, pengolahan beras, hingga pengemasan. Dengan demikian, koperasi dapat lebih fokus pada pengadaan gabah dari anggota, pengembangan merek, pengelolaan usaha, dan pemasaran produk.
Pembelajaran lainnya adalah pentingnya menempatkan anggota sebagai bagian utama dari rantai bisnis koperasi. Gabah milik anggota dapat menjadi bahan baku prioritas, sehingga keberadaan unit usaha koperasi benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi anggota. Strategi bisnis juga perlu disesuaikan dengan kondisi pasar, termasuk menentukan jenis dan kualitas beras yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dalam kunjungan tersebut juga dibahas rencana pengembangan usaha Koperasi Tani Muda Jaya, termasuk peluang pemanfaatan dukungan modal sekitar Rp500 juta. Dari hasil pembelajaran, modal tersebut dinilai dapat dimanfaatkan secara lebih strategis sebagai modal kerja, antara lain untuk membeli gabah anggota, biaya pengeringan dan penggilingan, penyimpanan, pengemasan, transportasi, serta pemasaran.
Pengembangan usaha ke depan diarahkan pada pembentukan rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, jasa alsintan, pengumpulan gabah, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran. Koperasi juga perlu membangun kerja sama dengan kelompok tani sebagai pemasok bahan baku serta calon offtaker untuk memperkuat kepastian pasar.
Melalui kegiatan ini, ICARE BRMP Sistem mendorong Koperasi Tani Muda Jaya untuk mengembangkan usaha secara bertahap, berbasis potensi anggota dan perhitungan bisnis yang realistis. Pengalaman PP Gaspera Sejahtera Mandiri diharapkan menjadi pembelajaran dalam menentukan model usaha, memilih teknologi yang tepat, mengendalikan biaya, serta membangun pasar. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi wadah kelembagaan petani, tetapi dapat berkembang sebagai pelaku bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.